Jumat, 06 Juni 2014



Tuesday, November 20, 2013 @23.50
Gerak Waktu Usiaku

Kutatap Ia tanpa berkedip
Geraknya semakin mendekatkan waktuku
Perlahan namun pasti
Setiap gerakannya membuatku merenung
Apakah ada hal baik yang telah kuperbuat?
Telahkah aku berguna bagi orang lain?
Telahakah aku bahagiakan orang-orang yang aku sayangi?
Pertanyan demi pertanyaan memojokkan diriku
Di setiap gerakannya
Ingin tangan ini menahan geraknya
Gerak waktuku semakin dekat
Kutatap ia sekali lagi
Dan waktu ku telah tiba
Selamat datang usia baruku







Friday, November 29, 2013
Melihatmu
Berawal dari kegelisahan
Melihat sejuta warna
Terundang hati untuk berevolusi
Tapi tidak dengan memutar balikan telapak tangan
Langkah demi langkah
Yang Tidak hanya bertetesan air
Air yang selayaknya air laut
Yang  dipenuh dengan semangat Kekuatan ombak
di laut biru yang terlihat tenang
Berawal dari problematika manusia
Melihat langkah setiap warna yang berbeda
Langkah yang tujuannya tak bercahaya
Mengetuk pintu hati untuk bertindak
Bertindak untuk berevolusi








Friday, November 29, 2013
Perkumpulan
Langkah yang tak henti mencari cahaya
Mata yang selalu mengamati
Tangan yang selalu mendokumentasi
Mulut yang berkomat-kamit
Dan hati yang selalu menguatkan
Lipatan kaki mempertemukan kami
Ocehan manis dan pedis menyadarkan kami
Kami berbeda namun satu tujuan
Di saat manusia terlelap dalam dunia mimpi
Kami menemani malam dengan berbincang
Di saat manusia menarik selimut
Dalam menyambut fajar
Kami justru melangkah mencari cahaya
Di saat manusia bangga akan aksesoris kehidupannya
Kami justru bangga akan buku baru
Di saat manusia senang akan tingkah yang hedon
Kami justru resah dan gelisah
Kami mengalir bagai air
Namun kami memfilter partikel pasir
Yang dapat menodai kejernihan air

By: IFI
November 30, 2013
Tangisan Demi Ibu
Sungguh hati ini remuk hancur bagai batu yang dihantam oleh ombak
Perkataan itu cukup menambah penderitaan
Yang ada dalam hidupku
Tangisan demi tangisan
Tak sanggup lagi aku bendung
Namun apalah daya
Jika itu bisa membuatmu bahagia
Aku ikhlas mengeluarkan ait mata ini untukmu
Tangisan ini
Hanya tangisan ini
Aku lakukan demi ibu…



read more


On March 13, 2013
Tentang yang Tak Kupahami

Sungguh mengharukan jiwa
Memiris hatiku
Kaki yang tak sempurna
Menyadarkanku
Betapa terlantarnya aku
Aku yang memiliki segalanya
Namun aku tak pernah mensyukuri
Namun kaki yang tak sempurna itu
Menyadarkanku akan arti kata syukur
Senyumnya memancarkan kebahagian
Tak ada beban yang Nampak pada pundaknya
Tak ada derita dibalik senyum
Tak ada rasa malu disetiap langkahnya..
Kaki yang tak sempurna itu
Memberikan pelajaran baru
Tentang yang tak kupahami





Sunday, May 19, 2013
3 & 4 serta 1

Berawal dari mana aku pun tak tahu itu
Yang tak kusungka kami adalah keluarga
Diskusi yang mempertemukan kami
Kursus yang mempererat kami
Perkumpulan yang menghangatkan kami
Perbedaan warna yang memperkokoh kami
Ada banyak cerita, petualangan, perdebatan, dan pengalaman
Yang telah kami bukukan dalam hati
Buku
Buku adalah mata dan mulut kami
Dimana kami selalu melihat dan menjadikan bahan perdebatan
Kami angka yang berbeda latar belakang dan berbeda warna







Sunday, November 03, 2013
Mereka di Dia

Kulihat Mereka di Dia
Kutatap Mereka lebih dalam
Dia tidak hitam atas Mereka
Dia tetap putih yang jernih
Di bersyukur pada Mereka
Mereka kanan dan kiri
Kanan yang kuat
Kiri yang lemah
Kiri yang tak bergantian dengan kanan
Kanan yang tak pernah mengeluh
Kiri yang selalu memberi semangat
Karena Dia mereka saling menguatkan










Monday, 13 November  2013
Taman Kampusku

Daun yang berguguran indah
Sepasang kekasih yang menjalin cinta
Deretan motor yang terparkir
Tawa senyum yang berjalan bersama menemani mereka
Berabagai macam warna sebagai pembeda
Aku sendiri menatap arah demi arah
Berfikir akan hari yang selalu menghampiri
Sapaan
 entah itu seuntai senyum atau kata
yang tertuju pada diri ini
Yang terduduk sendiri
Cuaca yang tak bersahabat
 Menghampiri setiap langkah yang bertuju
Namun tak menjadi penghalang bagi mereka
Untuk beraksi






Monday, November 18, 2013
Ag.3 & Ag.4
(kelas di pojok gedung fakultas)

Selentingan  yang mereka kabarkan
menjadi wacana perdebatan
hiruk pikuk menghampiri telinga ini
ada banyak kubu
dari hitam, abu-abu, putih dan tak terdeteksi
perbedaan tak menjadi penghalang
untuk saling berpegang
dari hal yang bodoh hingga aneh
tergambarkan
tugas mempererat kami
perdebatan menyadarkan kami akan warna yang berbeda
tetapi langkah mempersatukan kami
dan jalur yang berbeda menjadi motivasi kami
perjalanan dan kisah itu
melukiskan
kami ada, pernah ada, dan selalu ada…

read more
Template by Full Blog Design|Copyright © 2013. Long Live My Poetries | Proudly powered by Blogger